Minggu, 23 Desember 2018

Ceritaku

Hai kamu yang disana!! Entah mengapa aku merindukan saat-saat ketika aku memperhatikanmu dari kejauhan dan seringkali tanpa sengaja mata kita saling bertemu hal itu dapat membuat jantungku berdegup dengan cepat. Melihatmu tertawa bersama teman-temanmu dapat membuatku bahagia tanpa sebab. Hampir 3 tahun lamanya aku memperhatikanmu dari jauh tanpa berani untuk mendekatimu. Hampir 3 tahun lamanya perasaan ‘cinta’ itu kupendam,kukira setelah kita tamat perasaan itu lama-lama akan hilang Ternyata aku salah hingga saat ini jantungku masih berdebar begitu mendengar namamu, tersenyum ketika mengingatmu tertawa. Apa jadinya ya jika aku berani mendekatimu dulu? Apa kau akan merasa tidak nyaman? Atau sebaliknya? Begitu banyak kemungkinan yang muncul di kepalaku hanya saja aku sudah cukup bahagia hanya dengan mengamatimu dari jauh. Yang dapat aku harapkan saat ini adalah semoga kamu bahagia dan perasaan ini segera menghilang dan menjadi kenangan yang cukup manis untuk diingat.

Rabu, 19 Desember 2018

perkembangan remaja

Hi everyone, selamat datang kembali di blog ku ^^. kali ini aku bakal ngeshare ke kalian mengenai perekmbangan remaja menurut pandangan psikologi semoga membantu :)

Senin, 17 Desember 2018

Airan-Aliran dalam Psikologi



Hi everyone, selamat datang di blog ku ^^. fyi blog ini akan aku isi dengan berbagai informasi dan konten-konten seru hopefully you guys like it ;). 

kali ini aku bakal ngeshare ke kalian mengenai aliran-aliran dalam Psikologi.

Enjoy ;) 


Dalam garis besar sejarah psikologi dapat dibagi dalam dua tahap utama, yaitu masa sebelum dan masa sesudah menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Kedua tahap ini dibatasi oleh berdirinya laboratorium psikologi yang pertama di Leipzig pada tahun 1879 yang didirikan oleh Wilhelm Wundt. Sebelum1879 psikologi dianggap sebagai bagian dari filsafat atau ilmu faal, karena psikologi masih dibicarakan oleh sarjana-sarjana dari kedua bidang ilmu tersebut yang mempunyai minat terhadap gejala jiwa.

       Ketika Wundt berhasil mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig para sarjana mulai menyelidiki gejala kejiwaan secara sistematis dan objektif. Sejak masa itu pulalah psikologi mulai bercabang-cabang ke dalam aliran-aliran.


Aliran-aliran yang akan saya bahas yang pertama adalah aliran-aliran psikologi, yaitu: aliran psikoloanalisis, aliran behaviorisme, aliran kognitif, dan humanistik.  Yang kedua aliran-aliran psikologi kontemporer, yaitu: neurosains dan psikologi positif. 

1. Aliran-Aliran Psikologi
a. Aliran Psikoanalisis/Psikodinamika.

Teori psikoanalisis, menjadi teori yang paling komprehensif di antara teori lainnya, namun juga mendapat tanggapan yang paling banyak, baik positif maupun negatif. Teori psikoanalisis mengupas kepribadian dari sudut pandang yang sangat berbeda. Teori psikoanalisis menelaah matif-motif tak sadar yang mengarahkan prilaku manusia. Hal buruk dari teori ini adalah meningkatnya kecenderungan untuk menghubungkan semua kritisisme dalam masyarakat kedalam “penyakit” personal.
Menurut Freud kepribadian tersususn dari tiga sistem utama, yaitu id, ego, superego. Setiap sistem mempunyai fungsinya masing-masing, tetapi ketiganya berinteraksi untuk menentukan prilaku.
Id
Id merupakan sistem kpribadian yang asli, dibawa sejak lahir. Dari id ini kemungkinan muncul ego dan superego. Id beroperasi berdasarkan prinsip kenikmatan (pleasure principle), yaitu berusaha memperoleh kenikmatan dan mengindari rasa sakit.  
Ego
Ego berkembang dari id agar orang mampu menangani realita, sehingga ego beroprasi mengikuti prinsip realita (reality principle). Tujuannya membedakan antara dunia fantasi dengan realita sehingga dapat memuaskan kebutuhan organisme. Tujuan utamanya adalah untuk mempertahankan hidup dan kehidupan jenisnya


Superego
Superego adalah kekuatan moral dan etik dari kepribadian, yang beroperasi memakai prinsip idealistik (idealistic principle) sebagai lawan dari prinsip kepuasan id dan prinsip realistic dari ego. Superego berkembang dari ego. Tujuan dari superego adalah untuk membedakan anatara benar dan salah. 

b. Aliran Behaviorisme
B. F. Skinner sebagai plopor behaviorisme menolak semua teori kepribadian. Menurutnya, psikologi belum siap untuk membangun teori kepribadian yang mencakup segala hal. Skinner berbeda dengan pakar kepribadian pada umumnya dalam tiga hal:
Pertama, Skinner menolak analisis kehidupan internal semacam insting-motif-drives-aktualisasi diri-superiorita-keamanan, dan secara ekstrim berpendapat psikologi harus membatasi diri hanya menangani data yang dapat diovserfasi.
Kedua, Skinner tidak tertarik dengan perbedaan individual seperti Trait, life style,ego,dan self. menurutnya psikologi harus menemukan hokum umum dari tingkah laku, hubungan empiric antara stimulus dengan responnya.
Ketiga, pakar psikologi kepribadian mengembangkan teorinya berdasarkan analisis terhadap orang abnormal, atau orang normal, atau orang supernormal. Sedangkan Skinner memakai binatang (tikus dan merpati). 
Unsur kepribadian yang dipandangnya relative tetap adalah tingkah laku itu sendiri. Ada 2 klasifikasi tipe tingkah laku:
1. Tingkahlaku responden; respon yang di munculkan organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik berhubungan dengan respon tersebut. Respon refleks termasuk dalam kelompok ini.
2. Tingkahlaku operan; respon yang di munculkan organisme tanpa adanya stimulus spesifik yang langsung memaksa terjadinya respon tersebut.   
Behaviorisme mempelajari prilaku nyata, lebih mementingkan tingkah laku molekular (refleks) daripada tingkah laku molar.

c.  Aliran Kognitif  
Psikologi kognitif membahas persepsi terhadap informasi, pemahaman, alur pikiran. Psikologi kognitif dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki pola pikir manusia. Psikologi kognitif dapat pula dipandang sebagai studi terhadap proses-proses yang melandasi dinamika mental.
Menurut para psikolong kognitif, otak menjadi tempat sebuah “pikiran” yang memungkinkan proses-proses mental untuk menginggat, mengambil keputusan, merencanakan, menentukan tujuan, dan kreatifitas.
Tokoh yang tergolong paling awal dalam mengemukakan teori yang dapat digolongkan dalam aliran psokologi kognitif ini adalah F.Heider, L. Festinger, C.E.Osgood, P.H. Tannenbaum, dan T.M. Newcomb.

d. Aliran Humanistik
Humanisme yakin bahwa manusia memiliki potensi dalam dirinya untuk terus berkembang,sehat, dan kreatif. Aliran ini dikemukakan oleh Abraham Maslow. Pada mulanya Maslow adalah pengikut setia Jhon Watson dan termasuk kedalam golongan behavioris, namun kemudian dia menyadari bahwa behaviorisme dan psikoanalisis tidak berhasil manangkap keajaiban nilai-nilai kemanusiaan. Maslow juga menentang psimisme dan keputusan pandangan psikoanalitik dan konsep kehidupan behaviorisme.
Pendekatan psikologi humanistik ini juga menekankan kehendak bebas, pertumbuhan pribadi, kegembiraan, kemampuan untuk pulih kembali setelah mengalami ketidakbahagiaan, serta keberhasilan dalam merealisasikan potensi manusia.

2. Aliran-Aliran Psikologi Kontemporer.
a.  Psikologi positif
Psikologi positif adalah studi ilmiah tentang apa yang meningkatkan kehidupan. Semuanya tentang membangun pengalaman positif, sifat positif dan organisasi positif yang mengarah pada peningkatan kualitas hidup seseorang. Psikologi positif dapat juga diartikan sebagai ilmu yang mempelajari prilaku manusia. 
Keinginan untuk mengkaji cakupan penuh pengalaman manusia yang mendorong gerakan psikologi positif: dorongan untuk penekanan yang lebih kuat pada penelitian yang melibatkan pengalaman manusia yang berharga seperti harapan, optimistis, dan kebahagiaan.
b. Neurosains.  
Kajian ilmiah stuktur, fungsi, perkembangan, genetika, dan biokimia dari sistem saraf. Neurosains menekankan bahwa otak dan saraf adalah inti untuk memahami prilaku, pikiran, dan emosi. Para ilmuan meyakini bahwa pikiran dan emosi memiliki dasar fisik dari otak. Kemampuan kita yang luar biasa tidak mungkin terwujud tanpa otak dan sistem saraf.
Neurosains dipengaruhi oleh teori evolusi Charles Darwin, yang menyatakan bahwa semua spesies terkait melalui proses evolusi. Alasannya mereka mempelajari hubungan antara biologi dan psikologi di banyak spesies yang berbeda, termasuk manusia dan bukan manusia. Seperti fungsionalisme, perspektif ilmu saraf telah menjadi hal penting di hampir setiap aspek psikologi.  


DAFTAR PUSTAKA : 
Lahey, Benyamin, B. 2005. psychology an introduction. 11th edition. New York. McGraw-Hill Book Company.
Alwinsol. 2008. Psikologi Kepribadian (Edisi Revisi). Malang : UMM Press.
Wade, Carole., dan Carol Tavris. 2008. Psikologi Jilid1,Edisi 9. Jakarta : Erlangga.
Nelson, Benjamin. 2003. Freud Manusia Paling Berpengaruh Abad ke-20. Surabaya : Ikon Teralitera.
Solso, R.L., Otto, H.M., dan M. Kimberly Maclin. 2010. Psikologi Kognitif ,Edisi 8. Jakarta : Erlangga.
King, Laura. 2010. Psikologi Umum : Sebuah Pandangan Apresiatif. Jakarta : Salemba Humanika. 
Sarwono, S.W. 1992. Berkenalan dengan tokoh-tokoh dan aliran-aliran dalam psikologi. Jakarta: Bulan Bintang. 

Ceritaku

Hai kamu yang disana!! Entah mengapa aku merindukan saat-saat ketika aku memperhatikanmu dari kejauhan dan seringkali tanpa sengaja mat...